Pondok Pesantren

HASIL RESUME KAJIAN AL-HIKAM ALUMNI PONPES AL HIKMAH BERSAMA KH. LABIB SHODIQ SUHAIMI.

Resume Kajian Al Hikam KH. Labib Shodiq S Di Masjid Al-Ikhlas, Ciputat. 12 Januari 2019

Deden Wijaya | Senin, 14 Januari 2019 - 12:27:30 WIB | dibaca: 1497380 pembaca

HASIL RESUME KAJIAN AL-HIKAM ALUMNI PONPES AL HIKMAH BERSAMA KH. LABIB SHODIQ SUHAIMI.

Di Masjid Al-Ikhlas, Ciputat. Tangsel, Sabtu, 12 Januari 2019

 

"Hikmah ke -13 Kitab Al Hikam"

1. Kaifa yasyruqu qolbun shuwarul akwaan munthobi'athun fii mir'aatihi "Bagaimana bisa, hati menjadi terang, jikalau potret sesuatu selain Allah masih melekat dalam cermin hatinya"?

2. Am kaifa yarhalu ilaallahi wa huwa mukabbalun bisyahawaatihi

"Lantas bagaimana bisa berjalan menuju Allah, sementara ia masih terbelenggu oleh syahwatnya?

Tidak akan sempurna amal ibadah seseorang selama masih saja menuruti hawa nafsunya.

3. Am kaifa yathma'u an yadkhula hadrotaallahi wa huwa lam yatathohhar min janaabati ghofalaatihi

" Bagaimana ia bisa mengharap untuk bisa masuk ke hadirat Allah, sementara ia belum bersuci dari janabat kelalaiannya?

Kelalaian dari mengingat Allah itu diumpamakan seperti orang yg junub, dan orang yang junub itu diharamkan masuk masjid. Begitu pula orang yang lalai mengingat Allah juga tercegah masuk ke hadirat Allah, mendekat diri kepada-Nya.

4. Am kaifa yarjuu an yafhama daqooiqol asroor wa huwa lam yatub min hafawaatihi

"Atau bagaimana ia berharap bisa memahami berbagai macam rahasia yang samar, sementara ia belum bertaubat dari kekeliruannya kepada Allah".

5. Abah mengingatkan kami para santri agar kiranya dalam setiap hari ada ilmu yg didapat. Tentu saja Abah menukil beberapa ayat, hadis, dan qaul Ulama utk meneguhkan pesannya.

Salah satunya Abah menukil ayat pertama dalam surat Al-'Ashr (العصر). Abah ngandika, bahwa paling tidak ada 3 makna  العصر.

a. Al-Ashr dimaknai sebagai waktu, saat, masa, dll.

b. Al-Ashr juga dimaknai dengan umur atau usia. العمر رأس كل شيء.

c. Al-'Ashr oleh para penempuh jalan tasawuf dimaknai sebagai "memeras dosa". Artian "memeras" diambil dari akar kata: عصر يعصر. Utk menyebut jus, orang Arab menyebutnya عصير alias perasan (buah).

Dengan demikian, selaku santri kami dipesankan agar sadar sepenuhnya bahwa setiap saat, adalah umur yg Allah berikan kepada kita yg sudah semestinya kita gunakan untuk memeras dosa-dosa yg menghinggapi diri kita.

Dengan demikian, dosa akan semakin berkurang dan pada saatnya nanti hati kita akan selalu terpaut dan bahkan "isyroq" karena telah dekat dg Gusti Allah.

6. Berkumpulnya dua hal yang berlawanan dalam satu tempat dan masa adalah mustahil, sebagaimana berkumpulnya antara diam dengan gerak, antara terang dan gelap. Demikian pula nur iman berlawanan dengan kegelapan yang ditimbulkan karena selalu berharap/bersandar kepada selain Allah.

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)